Terlalu Vulgar Video Gameplay VR Kanojo Dibanned Oleh Pihak YouTube




Akhirnya kelakuan nakal developer yang satu ini kena batunya juga. Illusion selaku developer VR Kanojo yang sebelumnya merilis trailer gameplay VR Kanojo yang menunjukan kebebas berbuat nakal dinilai terlalu vulgar oleh pihak YouTube dan mendapatkan sangsi Banned dan semua video yang sebelumnya diunggah sudah tidak tersedia.

Pada video sebelumnya yang memicu VR Kanojo dibanned, ditunjukan bahwa kalian bisa melakukan tindakan seperti mengelus-elus, ataupun "grepe-grepe," pada game VR Kanojo. Nah, karena konten tersebut dinilai terlalu vulgar maka oleh pihak YouTube langsung dihapus video tersebut dan semua video yang berhubungan dengan VR Kanojo.





Tindakan tersebut memungkinkan karena kalian akan menggunakan Oculus Touch atau Vive controller untuk merasakannya, yang bahkan di trailer gameplay sebelumnya dibagikan bagaimana caranya mengganti pakaian kanojo-nya.


VR Kanojo adalah versi "dewasa" dari game Summer Lesson. Game ini memang memberikan sesuatu gameplay yang berbeda dari game dewasa lain nya. "Gerakan tanganmu, sentuh, dan rasakan itu" ini adalah yang akan kalian lakukan di game ini.





Bagi kotakers yang mempunyai perangkat VR Oculus Rift/HTC Vive, VR Kanojo akan direncanakan rilis secara global pada 28 Februari mendatang, game ini juga akan dirilis di platform Steam tapi dengan versi yang disensor tentunya.

Anak SD yang Salah Sebut Ikan Tongkol di Hadapan Jokowi

Anak SD yang Salah Sebut Ikan Tongkol di Hadapan Jokowi




AR, bocah sekolah dasar (SD) itu, mungkin tak sengaja salah menyebut nama ikan tongkol saat menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Presiden RI Joko Widodo.

Peristiwa itu terjadi dalam kegiatan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) Tahun 2017 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (26/1/2017).

Momen AR salah sebut nama ikan tongkol itu terekam kamera, dan videonya menjadi viral di media sosial.

Meski menuai komentar negatif dan jadi bahan bercandaan, kebanyakan netizen membela bocah ini.

Lantas, siapakah AR? Dia merupakan murid kelas III SD sebuah sekolah pesantren di daerah Ciputat, Tangerang Selatan.

Baru setahun belakangan ini AR dititipkan di pesantren tersebut. Sebelumnya, dia adalah murid di SD 12 Pagi Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat.

AR sebelumnya tinggal di rumah eyangnya, Elly (69), bersama pamannya yang bernama Dimas (28), di kawasan Sumur Batu.

Sejak lahir, AR sengaja dititipkan ayah dan ibunya di rumah Elly karena kondisi ekonomi kedua orangtuanya yang saat itu sedang kesulitan. Ayah AR juga sedang dirundung masalah.

"Karena kakak ada masalah, sejak lahir dia (AR) dititipkan di sini," kata Dimas, kepada Kompas.com, saat ditemui di kediamannya di Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (30/1/2017).

Usia AR sekarang sudah menginjak sepuluh tahun. Selama sembilan tahun, ia dibesarkan Elly dan Dimas.

Karena konflik yang terjadi pada orangtua tadi, AR tidak bisa hidup bersama kedua orangtuanya. Kedua orangtuanya juga hidup terpisah.

Sang ayah membawa si sulung, sedangkan ibunya yang berasal dari Jawa Timur itu membawa adik AR yang bungsu. Hidup AR hampir sepenuhnya ditanggung eyangnya dan Dimas.

Pada usia enam tahun, kata Dimas, AR pernah dikunjungi ayah dan ibunya. "Umur enam tahun, bapak dan ibunya pernah nengokin," ujar Dimas.

AR merupakan cucu kesayangan eyangnya. Ia dipindahkan dari sekolahnya di SD 12 Pagi Sumur Batu untuk mendapat pendidikan lebih baik di pesantren.

"Pergaulan di sini kurang baik. Takutnya enggak terarahkan, makanya dipindahkan ke pesantren," ujar Dimas.

AR yang menyukai sepak bola itu terbilang memiliki prestasi yang biasa saja. Namun, kata Dimas, AR bercita-cita menjadi dokter seperti almarhum kakeknya yang pernah bekerja sebagai dokter di RSCM dan BKN.

Sementara itu, nenek AR merupakan pensiunan dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan).

Saat masih tinggal bersama neneknya, AR sudah belajar membantu nenek mengantar dagangan.

"Anaknya biasa aja, namanya anak kecil kadang susah dibilangin, kadang juga nurut, tetapi anaknya rajin, suka membantu eyangnya bawain dagangan," ujar Dimas.

Ia juga menyebut AR anak yang sehat. Ia yakin AR tak sengaja melakukan kesalahan saat menyebut nama ikan.

Menurut dia, AR memang tak lancar dalam berbicara. Ia juga kurang sempurna dalam mengucapkan huruf "r".

Kendati demikian, selama hidup bersama, Dimas tak pernah mendengar AR berkata-kata kasar.


Ingin sepeda

Ia juga menceritakan bahwa AR sejak lama menginginkan sepeda. Ia ingin punya sepeda sejak duduk di kelas I SD. "Memang dia ingin sepeda baru, sempat minta sama eyangnya," kata Dimas.

Sepeda milik AR terakhir rusak saat ia masih kelas I SD. Ia juga pernah kehilangan sepedanya. "Yang satu lagi sepedanya hilang karena kemalingan," ujar Dimas.

Dimas mengatakan, AR senang dengan sepeda baru dari Presiden Joko Widodo. Kabarnya, sepeda itu dibawa ke pesantren tempat AR bersekolah dan dititipkan.

Dunia Infotaiment Berduka Ayahanda Ruben Onsu Meninggal Dunia




Kabar duka datang dari keluarga artis sekaligus komedian, Ruben Onsu.
Ayah dari Ruben Onsu, Johanes Abraham Onsu, meninggal pada malam ini, 29 Januari 2017. Sempat sakit hingga menjalani perawatan di rumah sakit, mertua Sarwendah ini akhirnya berpulang ke rumah Tuhan.

Sebelumnya ayah dari Jordi Onsu sempat tak sadarkan diri selama beberapa hari karena penyakit yang dideritanya. Diketahui, Johanes menderita penyakit asma yang parah dan juga ada gangguan pada kinerja pompa jantung.

Kabar meninggalnya ayah Ruben Onsu ini diketahui dari akun Instagram Jordi Onsu.







"Rest In Peace
Papa, opa kami tercinta :
Johannes Abraham Onsu
Minggu, 29 Januari 2017
Pukul 21.10 wib
Mohon doa nya agar Papa, Opa kami tercinta, mendapatkan tempat terbaik ." tulis Jordi dalam postingannya.

Nama Ahok Jika Resmi Masuk Islam Di Siapkan Untadz




Pengasuh Pondok Pesantren Ad-Dzikra, KH Arifin Ilham dalam tausiyahnya di hadapan ribuan warga Medan, Sumatera Utara menyinggung soal kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. KH Arifin Ilham mengajak semua peserta untuk mendoakan agar Ahok mendapatkan hidayah. Disebutkannya, jika Ahok benar-benar mendapatkan hidayah, maka ia telah mempersiapkan nama Islam untuk calon Gubernur DKI nomor urut 2 tersebut.






“Nama asli Pa Ahok itu kan, ada Cahaya Purnamanya, jadi kalau dalam Islam, Cahaya itu Nur, dan Purnama itu bulan, jadi Qomar. Nah kalau Ahok dapat hidayah, kita beri namanya Muhammad Nur Qoma ruddin,” kata KH Arifin Ilham di pelataran Bank Sumut, Minggu (29/1).




dalam dzikir akbar yang digelar PT Bank Sumut. Ditambahkannya, jika Ahok juga mengajak istrinya, Arifin sudah mempersiapkan juga nama cantik. “Kalau istrinya juga dapat hidayah, kita beri namanya Siti Almaidah,” selorohnya.

Pola Fikir Yang Sangat Berbeda Antara Annisa dan Veronika




Debat kedua Pilkada DKI Jakarta sudah selesai. Publik Jakarta sudah bisa menimbang dan menilai sendiri pasangan calon mana yang akan mereka percayakan memimpin mereka selama lima tahun kedepan.

Berbagai program kerja, visi misi, dan langkah sistematis yang akan ditempuh untuk mengaplikasikan visi dan misi tersebut sudah dijelaskan panjang lebar pasangan Agus-Sylvi, Ahok-Djarot, Anies-Sandi saat debat kedua.

Menarik untuk disimak, jika ditanya ke dua istri calon Gubenur DKI Jakarta yaitu Annisa Pohan istri Agus Yudhoyono, dan Veronika Tan istri dari Ahok, seberapa paham mereka soal apa yang akan dikerjakan suaminya jika terpilih jadi Gubernur DKI Jakarta.

Sebuah video wawancara terpisah terhadap keduanya yang diposting akun youtube Relawan NKRI yang mengutip wawancara eksklusif Metro TV terhadap Annisa dan Veronika akan memberi gambaran yang jelas ‘isi otak’ keduanya.

Berikut kutipan wawancara keduanya.

Annisa Pohan :

W : pengalaman yang dimiliki mas Agus selama 16 tahun di bidang militer itu kiprahnya cemerlang. Nah ini tapi reformasi birokrasi ini masih dipertanyakan. Kalau mba Annisa sendiri melihat persiapannya seperti apa?

A : Eeeeh…saya belum bisa menjawab soal itu karena saya sendiri tidak menguasai isu tersebut. Mungkin bisa tanya langsung ke yang bersangkutan. Dan mungkin bisa langsung dilihat di debat besok (Jumat kemarin).

Saya yakin suami saya sudah sangat baik performance nya, jadi saya percayakan saja dengan apa adanya mas Agus, tidak perlu dibuat-buat.

Apa adanya Mas Agus, cara berkomunikasinya seperti itu, karena mas Agus hadir disini untuk membuktikan dirinya sendiri, bukan untuk menjadi orang lain yang dibuat-buat oleh seseorang. Jadi saya sendiri lebih banyak percaya bahwa mas Agus sudah memilik skill komunikasi yang baik.

Veronika  Tan :

W : Baik, terakhir bu Vero. Kalau nanti Pak Ahok kembali terpilih sebagai gubernur apa rencana-rencana bu Vero ke depannya?

V : Kita memang masih banyak program yang harus dilakukan, seperti yang kita katakan, kita ini bukan membangun bangunan, tetapi kita membangun manusia. Bangun manusia itu gak bisa bilang kita itu hanya dalam waktu satu tahun dua tahun kita bisa membangun karena itu pola pikri kan, mind set. Kayak anak kita saja kita harus katakan berulang-ulang. Tetapi kenapa kita mau mengatakan dan mengajarinya berulang-ulang, karena kita sayang.

Nah rasa sayang ini kita pindahkan kepada warga Jakarta. Nah sehingga yang kita ajarkan, kita pengen mereka seperti program bapak membuat otak penuh, perut penuh, dan kantong juga. Nah dasarnya apa? Pada saat kita memberikan mereka kantong penuh dengan memberikan mereka keterampilan, pekerjaan, dan  melatih mereka, karakter itu akan masuk.

Kita bisa melatih karakter building mereka, etos kerja, bagaimana kalau kita memberikan yang baik kalian juga harus membalas komitmen yang baik. Kita memberikan pengajaran yang cuma-cuma tapi tiu dibayar orang bukan gratis.

Jadi ini yang kita ajarkan kepada mereka. Nah dari keterampilan yang kita berikan nanti ibu-ibu bisa punya usaha sendiri, usaha stabil, punya uang. Dengan membina ini kita gak bisa, kita juga gak bicara satu masa begini kita bicaranya panjang.

Rusun begitu banyak, bapak pindahin orang. apa yang harus kita lakukan di dalam. Mereka tinggal disana, tinggal kita bina. Binanya apa? Bina mereka keahlian dan bina karakter building baru masuk. Ini tidak bisa dibilang satu hari, satu tahun. Itu harus lama.

Program lima tahun kedepan ya kita mau membuat ini menjadi satu sistem. Program yang dilakukan sustain, dari melatih sampai mereka bisa jadi jual barangnya, kita bantu marketnya, sampai mereka bisa mandiri. Nah itu program panjang. Bangsa dimulai dari ibu dan anak. Jika keluarga baik, bangsa juga akan baik.

W: Banyak yang kritik Ahok lebih banyak membangun benda mati. Ibu kalau menjawabnya gimana?

V: Justru itu, kalau kita bicara bangun manusia kita gak kasi tempat, gak bangun struktur, yah bagaimana kita bisa punya wadah untuk membina.

Video Momen Saat Ahok Jadi Wasit Melerai Sylviana Dan Anies




Ada momen lucu yang terjadi saat debat kedua Pilkada DKI Jakarta 2017, hal itu membuat pengunjung yang hadir jadi ramai. Momen itu terjadi saat sesi tanya jawab antara pasangan calon. Saat ituSylviana Murni (Sylvi) memaparkan data 98 persen warga Jakarta tidak dilibatkan dalam mengelola tata ruang RT dan RW. Sylviana berbicara terlalu panjang dan lama hingga waktu yang disediakan habis. Sylvi belum memberi pertanyaan kepada pasangan calon (paslon) tiga Anies Baswedan.Mendengar penjelasan Sylvi yang belum selesai, Anies pun bingung tidak diberikan pertanyaannya.

"Jadi pertanyaannya apa?," tanya Anies yang membuat ketawa dan teriak kepada tamu yang hadir di lokasi debat, Jakarta, Jumat (27/1/2017). Sylvi pun berteriak meminta tanggapan terkait keterlibatan masyarakat kepada Anies.

"Keterlibatan masyarakat?," kata Sylvi.

Namun karena jarak tempat duduk paslon 1 dan 3 berjauhan, Anies pun menyambangi Sylvi yang masih berdiri di sisi kiri panggung. Anies dan Sylvi pun berjalan di depan paslon 2 yang berdiri di tengah.

"Pertanyaannya apa? Tanya Anies lagi, "Keterlibatan masyarakat?," dialog kedua paslon.

"Waktu tidak bisa ditambah, maaf waktu tidak bisa ditambah," ujar moderator debat Pilkada kedua Tina Talisa mencoba melerai.

Melihat reaksi Anies dan Sylvi, paslon no.2 Ahok dan Djarot yang duduk di tengah pun mencoba melerai mereka. Ahok pun mencoba beri batas jarak antara kedua paslon.

Hal yang menggelitik para penonton, selesai melerai Anies dan Sylvi, Ahok dan Djarot pun berjoget-joget. Setelah duduk, Ahok mengingatkan setiap paslon untuk jaga jarak dengan membentangkan tangannya ke kanan dan kiri. Simak videonya di sini :



Kategori

Kategori